JAKARTA – Operasi Ketupat 2026 yang dipimpin Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri berhasil menciptakan kondisi arus mudik dan balik Lebaran yang aman, tertib, dan lancar. Keberhasilan ini mendapat apresiasi luas berkat pimpinan Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., bersama seluruh jajaran dan pemangku kepentingan.
Pelaksanaan operasi didukung oleh strategi rekayasa lalu lintas yang terukur dan dinamis, seperti penerapan sistem One Way Nasional, One Way Sepenggal, serta Contraflow. Strategi tersebut efektif mengurai kepadatan di titik krusial meskipun volume kendaraan meningkat 4,26 persen hingga mencapai sekitar 270 ribu unit pada puncak arus mudik dibandingkan tahun sebelumnya.
Indikator kesuksesan lain yang signifikan adalah penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 3,23 persen selama arus mudik Lebaran 2026. Fatalitas korban meninggal dunia turun drastis hingga 24,61 persen. Keberhasilan ini didukung kampanye keselamatan berkendara seperti “Mudik Aman Keluarga Bahagia” dan “Mudik Tertib Ojo Kesusu” yang meningkatkan kesadaran masyarakat.
Pengamat transportasi Banter Adis memberikan pujian tinggi terhadap kinerja Polri dalam mengamankan arus mudik. Ia menyebut penggunaan berbagai metode pengaturan arus seperti One Way dan Contraflow serta pengamanan titik keramaian sebagai upaya negara memberikan rasa aman kepada masyarakat. “Tren positif ini adalah bukti keberhasilan Kakorlantas Polri dalam menekan fatalitas di jalan raya,” ujarnya.
Dalam mendukung kelancaran operasi, Polri menyiagakan 317.666 personel di seluruh Indonesia dan mengoperasikan 2.746 pos operasional yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu di lokasi strategis. Pengamanan juga difokuskan pada lebih dari 121.000 pusat ibadah, terminal, pelabuhan, bandara, dan lokasi wisata untuk menjamin keamanan aktivitas masyarakat.
Untuk arus balik, masyarakat diimbau memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) serta mengatur jadwal perjalanan antara 26 sampai 29 Maret 2026 agar terhindar dari kepadatan puncak. Operasi Ketupat 2026 tidak hanya sukses secara pengamanan teknis, tetapi juga menjadi momentum dalam meningkatkan budaya tertib berlalu lintas di Indonesia dan memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat saat mudik Lebaran.

