Cikampek – Malam itu, di bawah kolong jalan tol Cikampek, suasananya tak biasa. Tak ada peluit nyaring atau buku tilang yang dikeluarkan. Yang ada hanya seorang perwira polisi yang menghampiri sopir truk sambil melontarkan pertanyaan sederhana, nyaris seperti teman lama: “Udah ngopi belom?”
Perwira itu adalah Kompol Sandy Titah Nugraha, Kepala Induk PJR Cikampek. Malam itu ia tidak sedang menggelar razia. Ia sedang menjalankan sebuah social experiment kecil-kecilan untuk mendekati para pengemudi truk yang belakangan kerap terlihat tidur di bahu jalan tol.
“Kita perlu insight dari mereka,” ujarnya. Dan untuk mendapatkan itu, ia memilih cara paling tua sekaligus paling manjur: mengajak ngobrol.
Dari obrolan-obrolan ringan di pinggir jalan itu, terungkap cerita yang sebenarnya cukup manusiawi. Para sopir bukannya tak tahu bahaya tidur di bahu jalan. Mereka cuma kehabisan pilihan. “Kadang-kadang kita nggak kebagian tempat,” kata salah seorang dari mereka. Rest area penuh, dan yang tersedia pun dirasa kurang memadai untuk menampung begitu banyak truk yang sama-sama butuh tempat melepas lelah.
Kompol Sandy mendengarkan tanpa buru-buru menghakimi. Tapi ia juga tak lupa mengingatkan, dengan gaya seperti seorang kakak ke adiknya, betapa berbahayanya kebiasaan itu: rawan kejahatan, rawan kerusakan kendaraan, dan yang paling ditakuti, rawan kecelakaan.
Solusinya pun ia sampaikan dengan ringan: cukup istirahat berkala, idealnya tiap dua jam, asal di tempat yang aman, bukan di bahu jalan. Tak berhenti di situ, ia bahkan berjanji akan meneruskan keluhan soal minimnya rest area ke pihak terkait. Sebuah dialog yang berjalan dua arah, bukan ceramah sepihak.
Di akhir video, Kompol Sandy menyelipkan pesan yang terdengar sederhana namun mengena: keselamatan di jalan pada akhirnya lahir dari kedewasaan dan kesadaran diri sendiri. Bukan karena takut ketahuan petugas.
Dan begitulah malam itu ditutup. Diawali secangkir kopi, diakhiri sebuah senyum. Karena terkadang, untuk membuat jalanan lebih aman, yang dibutuhkan bukan hanya aturan tegas, tapi juga sapaan yang tulus.

