Image default
Berita Terkini

Pembekuan Sirene “Tot Tot Wuk Wuk” Berlanjut, Analis Apresiasi Langkah Humanis Kakorlantas

Jakarta – Kebijakan pembekuan penggunaan rotator, sirene, dan pengawalan kendaraan atau yang kerap disebut masyarakat sebagai “tot tot wuk wuk” terus mendapat apresiasi publik. Kakorlantas Polri Irjen Pol. Dr. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. menegaskan bahwa moratorium tersebut tetap berlaku sebagai respons atas masukan masyarakat terkait penggunaan sirene dan strobo di jalan raya.

Analis kebijakan publik dan sosial-politik, Nasky Putra Tandjung, menilai kebijakan itu menunjukkan sikap humanis dan responsif Korlantas Polri. Ia menyebut Kakorlantas mampu membaca keresahan masyarakat dan menjawabnya melalui kebijakan yang konkret. Menurutnya, langkah tersebut memperlihatkan bahwa Polri mendengar kritik publik secara terbuka.

“Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil, kami ikut memantau suara sirene tot-tot yang selama ini kerap mengganggu aktivitas masyarakat. Hingga hari ini, sirene dan strobo itu sudah tidak lagi terdengar di jalan raya,” ujar Nasky dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Nasky mengatakan kebijakan ini membuktikan konsistensi Kakorlantas Polri dalam membangun budaya lalu lintas yang lebih tertib dan nyaman. Ia menilai Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengambil kebijakan berdasarkan kajian yang objektif, rasional, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Karena itu, ia mendorong semua pihak mendukung langkah tersebut.

Menurut Nasky, publik juga melihat petugas kepolisian mulai menunjukkan kepatuhan terhadap aturan penggunaan sirene, strobo, dan pengawalan kendaraan. Ia menyebut masyarakat menyambut baik perubahan ini karena jalan raya menjadi lebih tenang dan tertib. Kebijakan tersebut, kata dia, membantu mengurangi kesan eksklusif dalam penggunaan ruang jalan.

Founder Nasky Millennial Center itu juga memuji gaya kepemimpinan Kakorlantas yang proaktif dan aspiratif. Ia menilai Korlantas Polri terus memperkuat citra positif Polantas sebagai institusi yang melayani, bukan sekadar menegakkan aturan. Langkah ini, menurutnya, menunjukkan transformasi pelayanan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat.

“Di bawah kepemimpinan Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho, Polantas Polri berhasil membawa perubahan signifikan dan terus bertransformasi. Kinerja Polantas Polri menjadi lebih baik sehingga mendapat apresiasi dari berbagai elemen masyarakat, pemerintah, bahkan Presiden Prabowo Subianto,” kata Nasky.

Ia menambahkan, capaian Korlantas Polri tidak terlepas dari arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Menurutnya, Kapolri terus mendorong jajaran Polri memperkuat koordinasi, sinergi, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Arahan itu membuat Korlantas semakin adaptif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Nasky, yang juga penulis buku Polri Presisi, mendukung Korlantas Polri untuk terus membawa semangat baru dalam pelayanan lalu lintas. Ia menilai Polantas harus menjadi katalisator perubahan dan garda terdepan dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas.

Menurut dia, tugas Polantas tidak hanya mengatur arus kendaraan. Polantas juga memikul tanggung jawab besar untuk menyelamatkan nyawa manusia, terutama generasi muda, agar tidak menjadi korban kecelakaan di jalan raya.

Nasky mengajak masyarakat, komunitas otomotif, pengemudi ojek daring, dan pelaku transportasi publik ikut mendukung kebijakan pembekuan sirene dan strobo. Ia menegaskan bahwa perubahan budaya lalu lintas harus dimulai dari kesadaran bersama. Jalan raya merupakan ruang publik yang harus dijaga agar tetap nyaman, tertib, dan aman bagi semua pengguna.

“Sekali lagi, kami menghormati dan menyambut positif langkah Kakorlantas sebagai bentuk nyata transformasi pelayanan Polri yang semakin humanis dan Presisi,” ujar Nasky.

Related posts

Kakorlantas: Lalu Lintas di Tol Cipali Lancar Setelah Penerapan One Way Tahap Kedua

admin

Korlantas Polri dan Kemenhub Perkuat Koordinasi Menuju Zero Over Dimension dan Over Load 2027

admin

Kakorlantas Laporkan 78 Persen Kendaraan Arus Balik Lebaran Telah Kembali ke Jakarta

admin

Leave a Comment