Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., bersama sejumlah pemangku kepentingan melakukan pengecekan langsung ke jalur tol di wilayah hukum Jawa Barat pada Selasa (24/2). Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam rangka memastikan kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran.
Peninjauan ini difokuskan pada kesiapan infrastruktur jalan, manajemen lalu lintas, serta dukungan pengamanan yang akan diterapkan saat mobilitas masyarakat meningkat signifikan. Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen Polri dalam menghadirkan perjalanan mudik yang aman dan tertib bagi seluruh pengguna jalan.
Dalam paparannya, Kakorlantas menjelaskan bahwa skema pengamanan Operasi Ketupat 2026 dirancang melalui lima klaster utama. Pendekatan ini disusun secara komprehensif agar pengamanan dapat berjalan efektif di berbagai titik strategis.
Kelima klaster tersebut mencakup pengelolaan jalan tol, pengamanan jalur arteri dan nasional, pengamanan penyeberangan serta simpul transportasi, pengamanan tempat ibadah, dan pengamanan jalur menuju destinasi wisata. Pembagian klaster ini diharapkan mampu mengantisipasi kepadatan kendaraan sekaligus meminimalkan potensi gangguan keamanan maupun keselamatan berlalu lintas.
Selain strategi klaster, Mabes Polri juga telah menyiapkan pos pengamanan, pos pelayanan, serta pos terpadu di sejumlah lokasi yang telah dipetakan oleh jajaran kewilayahan. Keberadaan pos-pos tersebut akan difungsikan untuk mendukung kelancaran arus kendaraan sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat selama periode mudik berlangsung.
“Survei lapangan masih akan terus dilakukan dan akan ditutup dengan Tactical Floor Game sebagai simulasi pengamanan untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan di lapangan,” tambah Kakorlantas.
Simulasi melalui Tactical Floor Game menjadi tahapan akhir guna memastikan seluruh skenario pengamanan berjalan sesuai perencanaan. Dengan simulasi tersebut, setiap potensi hambatan di lapangan dapat diidentifikasi lebih dini dan direspons dengan langkah yang tepat.
Berdasarkan hasil koordinasi bersama kementerian terkait dan pengelola jalan tol, proyek perbaikan infrastruktur yang masih berjalan ditargetkan rampung paling lambat H-7 Lebaran. Penyelesaian tersebut mencakup ruas tol maupun jalan arteri, sehingga seluruh jalur utama dapat digunakan secara optimal saat puncak arus mudik tiba.
“Kami memastikan jalan tol maupun arteri dalam kondisi siap dilalui pemudik. Ini merupakan komitmen bersama agar perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar,” ujar Irjen Agus.
Selain kesiapan infrastruktur, aspek keselamatan kendaraan juga menjadi perhatian serius. Pemeriksaan di pos pemeriksaan akan dilakukan secara situasional dengan memberikan prioritas kepada angkutan umum yang melintas di jalan tol, terutama bus dan kendaraan travel. Langkah preventif ini dilakukan guna menekan angka kecelakaan serta mengantisipasi kemacetan yang dapat terjadi akibat gangguan teknis kendaraan.
Melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor dan perencanaan matang, Operasi Ketupat 2026 diharapkan mampu menjawab tantangan tingginya mobilitas masyarakat saat Lebaran. Operasi ini mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” sebagai wujud komitmen menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan selamat hingga ke tujuan.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Polri optimistis arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung tertib serta memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat Indonesia.

