Debut girl group berbasis AI bernama ESTHERA, yang diluncurkan Artifintel Soundworks pada 21 April 2026 melalui kanal YouTube resmi mereka. Grup ini terdiri atas empat anggota yakni Elodie Darla, Memayu Arumi Asih, Keiyara Jane, dan Gystara Thea.
ESTHERA mengadopsi sebuah pendekatan konseptual yang unik, yakni perpaduan antara pop modern dengan vokal ritual khas Nusantara sebagai pilar utama identitas musik mereka.
Pendekatan ini menciptakan harmoni berlapis dan chant etnik yang memberikan dimensi budaya pada musik pop kontemporer.
Menurut beberapa literatur musik etnomusikologi, pemanfaatan vokal ritual dapat berfungsi sebagai bentuk pelestarian identitas budaya sekaligus medium ekspresi seni modern yang relevan dengan generasi muda.
Debut ESTHERA dimulai dengan perilisan album berjudul “LUMINA,” yang mengangkat tema perjalanan menemukan cahaya di tengah keraguan serta dinamika kehidupan manusia.
Album ini menyajikan eksplorasi sejumlah genre, mulai dari girl group pop, Trap EDM, Pop & R&B, hingga Island Pop, dimana vokal ritual Nusantara difungsikan sebagai benang merah yang memperkuat nuansa etnik sekaligus membangun pengalaman musikal yang emotif dan kontemporer.
“LUMINA” terdiri dari empat lagu, dengan “Almost There” sebagai lagu utama, diikuti oleh “Can I Say It Now”, “Spun Around You”, dan “This City Keeps”.
Seluruh lagu saling terhubung dalam narasi yang menggambarkan momen emosional kecil, keberanian untuk mengungkapkan perasaan, serta keteguhan menghadapi transformasi kehidupan.
Tema utama ini menekankan proses gradual dalam menemukan jati diri, bukan semata-mata tujuan akhir.
Sebagai trek utama, “Almost There” menonjolkan pesan yang kuat melalui lirik yang bersifat jujur dan emosional, merepresentasikan realitas yang kerap terabaikan, khususnya pengalaman perempuan yang terus berjuang meskipun dihadapkan pada kelelahan dan ketidakpastian.
Lagu ini menegaskan pentingnya pemahaman bahwa posisi “hampir sampai” merupakan bagian integral dari proses menuju pencapaian, bukan indikator kegagalan.
Video klip “Almost There” memperkuat makna lagu tersebut dengan visual yang sederhana namun tetap kuat secara emosional, menggambarkan perjalanan dari kondisi kesepian dan tekanan menuju terang kecil yang bersumber dari kekuatan internal.
ESTHERA menegaskan identitas sebagai sosok perempuan yang tidak harus selalu tampil kuat secara lahiriah, melainkan memiliki kekuatan untuk bertahan dan bangkit dengan caranya sendiri.
Kehadiran ESTHERA, yang mengintegrasikan teknologi artificial intelligence dan budaya Nusantara, menandai babak baru dalam industri musik digital Indonesia.
Kombinasi ini menunjukkan potensi sinergi antara evolusi teknologi dan pelestarian identitas budaya sebagai strategi pengembangan musik kontemporer yang bernilai tambah.
Debut ESTHERA dan video klip “Almost There” dapat disaksikan secara resmi di kanal YouTube Artifintel Soundworks serta melalui platform media sosial resmi Artifintel Soundworks dan ESTHERA.

