Semarang – Transformasi citra kepolisian lalu lintas di mata pengemudi ojek online (ojol) kini menunjukkan perubahan signifikan ke arah yang lebih humanis. Hal ini terungkap dalam Forum Silaturahmi yang digelar oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., bersama perwakilan komunitas ojol dari 12 Polda di Hotel Padma, Semarang, pada Rabu, 22 April 2026.
Agam Zubir, perwakilan komunitas ojol dari Medan, Sumatera Utara, menyampaikan pengalaman langsungnya mengenai pergeseran paradigma kepolisian dalam menjaga ketertiban lalu lintas yang kini lebih mengedepankan pendekatan sosial dan empati. “Kami merasakan perubahan besar. Kalau dulu pendekatannya lebih ke penindakan, sekarang lebih humanis dan menyentuh langsung ke masyarakat. Kalau dulu kami kenal bapak polisi ini menyentuh dengan surat tilang, kalau sekarang menyentuh dengan hati,” ujar Agam.
Selain itu, program-program Korlantas Polri yang fokus pada manajemen arus mudik dan balik memberikan dampak nyata bagi pengemudi di lapangan, dibuktikan dengan tren penurunan angka kecelakaan dari tahun ke tahun. Efektivitas pembinaan dan edukasi tersebut turut mengubah peran komunitas ojol, yang kini berinisiatif menjadi “mata dan telinga” kepolisian untuk membantu pengawasan kondisi lalu lintas secara sukarela, termasuk di wilayah Sumatera Utara.
Meski memberikan apresiasi, komunitas ojol juga menyampaikan kekhawatiran terhadap tekanan sistem aplikasi yang mengharuskan mereka mencapai target harian ketat. Kondisi ini kerap memaksa pengemudi mengambil risiko demi memenuhi tuntutan ekonomi. Agam menjelaskan, “Ini menjadi dilema. Di satu sisi kami ingin tertib, tapi di sisi lain ada tuntutan ekonomi yang harus dipenuhi.”
Selain tantangan dari sistem aplikasi, perilaku penumpang yang enggan memakai helm masih menjadi kendala rutin. Komunitas ojol berharap adanya kolaborasi lebih erat antar kepolisian, perusahaan aplikasi, dan masyarakat untuk memperkuat ekosistem keselamatan berkendara. Salah satu usulan yang disampaikan adalah pengembangan fitur darurat yang terhubung langsung dengan aparat penegak hukum.
Apresiasi juga diberikan terhadap respons cepat koordinasi antara Polri, PT Jasa Raharja, dan instansi terkait dalam dua tahun terakhir, yang membuat penanganan korban kecelakaan semakin efisien dan terarah.
Menanggapi aspirasi tersebut, Korlantas Polri menyatakan komitmennya untuk terus mempertahankan momentum positif ini. Forum silaturahmi semacam ini diharapkan dapat menjadi wadah penyampaian aspirasi para pengemudi ojol sekaligus memperkuat sinergi demi mewujudkan kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas) yang berkelanjutan di seluruh Indonesia.

